Pada hari ini, Rabu, tanggal 27 Juli 2011, bertempat di Cilegon, Banten, Indonesia Eximbank menandatangani Perjanjian Pembiayaan Investasi dan Modal Kerja dengan PT Indoferro. Fasilitas pembiayaan ini diberikan kepada PT Indoferro untuk membangun pabrik pengolahan baja dasar (blast furnace) yaitu pengolahan bijih besi (iron ore) menjadi pig iron yang hasilnya kemudian diekspor ke negara Australia, China, India, Brazil, Kawasan Regional Asia dan lainnya. Selain itu pig iron yang dihasilkan juga dipergunakan oleh pabrik di Indonesia yang berorientasi ekspor, diantaranya Krakatau Steel.
Indonesia Eximbank adalah lembaga keuangan khusus yang berdiri berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. UU ini merupakan dasar pengembangan ekspor nasional melalui pembiayaan ekspor nasional yang diberikan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi serta jasa konsultasi. Indonesia Eximbank juga akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh sektor berorientasi ekspor dalam bentuk Buyer’s Credit, Asuransi Political Risk, dan penjaminan untuk proyek di luar negeri.
PT Indoferro adalah perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi Pig Iron (bahan baku industry baja/steel mill) atau Nickel Pig Iron (bahan baku stainless steel) pertama di Indonesia yang mengolah Batu-besi (Iron Ore) menjadi baja barang jadi seperti: besi beton, besi siku, hingga plat baja, atau Nickel Ore menjadi bahan baku Stainless Steel.Selama ini iron ore merupakan komoditi ekspor yang diekspor langsung dalam bentuk batuan tanpa diolah lebih lanjut oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, sementara kebutuhan pig iron di pabrik-pabrik baja di Indonesia selama ini diperoleh melalui impor.
Pembangunan pabrik PT Indoferro dengan kapasitas produksi 500.000 ton/tahun ini akan memberikan nilai tambah bagi produk ekspor bijih besi dalam bentuk pig iron. Indonesia Eximbank membantu terealisasinya pembangunan industri baja terpadu dari hulu sampai dengan hilir untuk mendukung Program Pemerintah Republik Indonesia serta Master Plant Percepatan Pembangunan Indonesia tahun 2011 – 2025.
Kinerja keuangan Indonesia Eximbank per Juni 2011 terus menunjukkan indikasi positif. Pembiayaan yang diberikan per Juni 2011 tumbuh 8,3% atau ekuivalen Rp 17,03 triliun dari sebelumnya Rp 15,74 triliun per Desember 2011. Indonesia Eximbank juga telah memperoleh rating dari lembaga rating internasional S&P serta Fitch Ratings dengan hasil BB+ positive outlook dimana hal ini sama dengan rating Negara Republik Indonesia.