PEFINDO menerbitkan peringkat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ("BEXI" atau "Indonesia Eximbank"), atas outstanding Obligasi II/2005, Obligasi III/2006 dan Obligasi IV/2009 di "AAA". Penilaian untuk rating adalah "stabil". Rating ini mencerminkan status sovereign Indonesia Eximbank merujuk pada pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 /2009, posisi kuat dalam industri kredit ekspor,yang tergambar dari profil likuiditas dan modal.
Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh indikator lemahnya kualitas aset Lembaga ini karena risiko konsentrasi pinjaman yang tinggi. Indonesia Eximbank awalnya didirikan pada tahun 1999 dengan nama PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), sebuah Bank milik negara yang fokus pada pembiayaan ekspor. Menyusul implementasi UU Nomor 2 / 2009, status Bank Ekspor Indonesia telah ditransformasi menjadi sebuah lembaga pemerintah, dan mulai beroperasi pada1 September 2009, Lembaga ini mempunyai satu kantor pusat yang berlokasi di Jakarta dan tiga kantor perwakilan di Surabaya, Medan, dan Makassar.
Faktor pendukung yang melandasi peringkat di atas adalah:
• Sovereign status berdasarkan pelaksanaan Undang-undang
PEFINDO berpandangan bahwa Lembaga ini memiliki sifat sovereign atau berdaulat, berdasarkan UU No 2 / 2009 tentang Indonesia Eximbank ("UU"). Dengan undang-undang ini, Bank Ekspor Indonesia berubah menjadi Lembaga Pemerintah dari semula merupakan Bank yang berada di bawah pengawasan Bank Indonesia. Pasal 39 menyatakan bahwa Lembaga ini hanya dapat dibubarkan dengan pembentukan undang-undang yang lain, dimana hal tersebut menunjukkan kuatnya landasan hukum Lembaga tersebut.
Hal lain yang juga mendukung pernyataan tersebut diatur dalam Pasal 19 (3) yang menyatakan bahwa apabila modal Indonesia Eximbank berkurang di bawahRp 4,0 triliun harus ditalangi oleh pemerintah menggunakan anggaran negara.
Selain itu Pemerintah juga dapat memberikan pinjaman atau hibah kepada Lembaga ini, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 (1).
• Posisi yang kuat di segmen kredit ekspor
Indonesia Eximbank telah mempertahankan posisi yang kuat di segmen kredit ekspor pada akhir Desember 2009, Lembaga ini mempunyai total pinjaman bruto total Rp 9,3 triliun yang merupakan 19,4% dari total kredit ekspor, naik dari 13,7% pada 2008 ketika Bank Ekspor Indonesia mencatat total kredit bruto Rp 9,6 triliun.
Dengan status saat ini sebagai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank, BEXI akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat sebagai Lembaga yang dapat memasuki pasar yang potensial baru di luar jangkauan bank komersial, termasuk memberikan fasilitas buyer’s kredit serta menyediakan asuransi ekspor dan penjaminan.
Selain itu, status sovereign memungkinkan Lembaga ini mendapatkan dana murah yang menghasilkan tingkat bunga yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pesaingnya. Berdasarkan faktor-faktor ini, PEFINDO menganggap bahwa Bank Ekspor Indonesia akan mampu mempertahankan posisi yang kuat dalam kredit ekspor.
• Profil tentang modal dan likuiditas.
Selama di bawah pengawasan, BEXI telah mempertahankan modal dan profil likuiditas yang kuat. Didukung oleh suntikan ekuitas sebesar 3 trilliun dari Pemerintah pada saat berdirinya tahun 1999 dikombinasikan dengan akumulasi keuntungan, lembaga tersebut dapat mempertahankan angka CAR sebesar 43,4% pada 2009 dan 45.8% pada 2008.
Angka CAR yang tinggi ini memberikan fleksibilitas dalam memperluas bisnis dengan tingkat resiko solvabilitas yang kecil. Tingkat likuiditas Lembaga ini juga dianggap kuat, dengan aset likuid sebesar 3.4triliun serta pinjaman jangka pendek 6.5triliun pada 2009, sepenuhnya bisa menutupi pinjaman jatuh tempo saat ini sebesar Rp 5,5 triliun.
Lembaga ini direncanakan akan menerima suntikan modal tambahan 2triliun dari Pemerintah dalam tahun ini, dimana hal tersebut akan memperkuat sisi modal dan indikator likuiditas.
Peringkat tersebut dibatasi oleh:
• Indikator kualitas aset yang lemah karena risiko konsentrasi pinjaman yang tinggi.
Lembaga ini mempunyai risiko konsentrasi kredit yang tinggi sebagai akibat dari fokus bisnis dan nasabah yang relatif terbatas. Semua nasabah Indonesia Eximbank adalah pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan usaha yang berorientasi ekspor.
Namun saat ini kegiatan bisnis terutama ekspor sedang mengalami penurunan. Hal ini berdampak buruk pada kemampuan finansial mereka. Selain itu, pada akhir tahun 2009, Indonesia Eximbank baru memiliki jumlah debitur yang relatif kecil dimana10 debitur terbesar menyumbang 34,4% dari total jumlah pinjaman.
Krisis ekonomi global baru-baru ini telah mempengaruhi kondisi keuangan beberapa debitur besar Indonesia Eximbank, yang berakibat pada penurunan kualitas aset. Pada akhir 2009, Indonesia Eximbank mencatat rasio NPL yang tinggi sebesar 10,4%, naik secara signifikan dari 5,5% pada akhir 2008. Ke depan, PEFINDO melihat bahwa kualitas aset Eximbank akan tetap di bawah tekanan sebagai akibat dari pemberian kredit kepada pelaku usaha yang tergolong beresiko tinggi.
Hal ini terkait status dan fungsi Indonesia Eximbank sendiri yaitu sebagai Lembaga Pemerintah yang bertugas mendorong peningkatan nilai ekspor Negara.
OUTLOOK
'stabil' merupakan hal yang paling tepat untuk menggambarkan peringkat di atas. Dengan status sovereignnya, BEXI seharusnya dapat memperkuat posisi bisnis dalam pembiayaan ekspor dengan memasuki pasar potensial baru dikombinasikan dengan fleksibilitas pendanaan ke depan yang lebih baik.
Upaya Lembaga ini untuk memulihkan indikator kualitas aset akan terbentur dengan risiko konsentrasi tinggi yang diberikan Indonesia Eximbank sebagai Lembaga keuangan khusus.
FINANCIAL HIGHLIGHTS
As of/for the year ended Dec-2009 Aug-2009 Dec-2008 Dec-2007
(audited) (audited) (audited) (audited)
Total Assets (IDR Bn) 12, 972.44 12, 016.74 11,191.26 10,292.04
Total Equity (IDR Bn) 4,356.75 4,343.75 4,285.24 4,166.08
Total Gross Loans (IDR Bn) 9,279.12 9,576.22 9,577.09 6,387.90
Net Interest Revenue (IDR Bn) 170.14 424.89 559.91 467.67
Net Income (Loss) [IDR Bn] 35.16 92.34 241.65 278.40
NIR/Avg. Earning Assets [%] 4.13% 5.54% 5.24% 4.93%
Cost to Income[%] 25.27% 20.57% 20.66% 20.73%
ROAA[%] 0.84% 1.19% 2.25% 2.92%
NPL (3-5)/Gross Loans [%] 10.42% 9.7% 5.45% 1.34%
Loan Loss Reserve/NPL (3-5)[%] 56.66% 55.16% 52.58% 152.09%
Risk Weighted CAR [%] 43,4% 45.83% 40.88% 60.25%
USD Exchange Rate [IDR/USD] 9,395 10,080 10,900 9,393
CREDIT PROFIL
Corporate Rating
Rated Issues id AAA/Stable
Bond IV/2009 id AAA/Stable
Bond III/2006 id AAA/Stable
Bond II/2006 id AAA/Stable
Rating Period
April 21, 2010 - Apr.1, 2011
Rating History
April 2009 id AAA/Stable
Feb 2009 id AAA/Stable
Mar2008 id A+/Positive
Mar 2008 id A/Stable
Sept 2007 id A-/Stable
Aug 2006 id A-/Stable
May 2006 id A-/Stable
Sumber: Indonesia Rating Highlight, PEFINDO Februari 2011.p.61