toggle menu

Public Information

News

Indonesia Eximbank news and announcements.

20 Aug 2019

LPEI Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan berbagai Negara Afrika

LPEI kembali berpartisipasi di acara Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Hal ini sebagai tindaklanjut Indonesia Africa Forum 2018 yang telah diselenggarakan tanggal 10 April tahun 2018.  Acara IAID merupakan salah satu bentuk dukungan nyata guna mendorong produk/ jasa Indonesia dan membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia khususnya di sektor infrastruktur, konstruksi serta Industri strategis.  

LPEI sebagai Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan RI dengan mandat peningkatan ekspor nasional ikut mengambil peran penting dalam acara ini. Sejumlah kerjasama antara berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan beberapa negara Afrika mendapatkan fasilitas dari LPEI  baik dalam bentuk   pembiayaan, penjaminan, maupun asuransi ekspor. Kerjasama ini diresmikan di IAID 2019.

Partisipasi yang diberikan LPEI guna memperkuat kerjasama ekonomi Indonesia dengan Afrika dan mendukung perluasan pasar ekspor adalah melakukan penandatanganan business deal dengan beberapa pelaku usaha berasal dari negara Zanzibar, Senegal dan Pantai Gading.

Penandatanganan business deal yang dibiayai oleh LPEI untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di  Zanzibar – Tanzania, Pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex -  Goree Tower) di Senegal dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading. Fasilitas pembiayaan yang diberikan menggunakan skema Buyer’s Credit. Jumlah kesepakatan bisnis di acara IAID 2019 ini mencapai sebesar USD356 juta dan masih terdapat  potensi untuk  dapat ditingkatkan sampai dengan USD640 juta.  

Fill the Market Gap

Buyer’s Credit merupakan fasilitas overseas financing dalam bentuk pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diberikan LPEI kepada pembeli di luar negeri untuk membeli barang dan/atau jasa yang diproduksi di Indonesia. Buyer’s credit merupakan fasilitas yang hanya dapat disediakan oleh LPEI dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia dari sisi pembeli (demand side). Skema ini merupakan bentuk nyata dari peran LPEI sebagai fill the market gap.

Selain itu, penandatangan Uncommitted Framework Agreement on Bank Line Facility senilai USD50 Juta juga dilakukan antara LPEI dengan Development Bank of the Central African States (BDEAC).

Tujuan penandatanganan ini untuk mendukung proyek-proyek pembangunan dan infrastruktur yang akan menggunakan jasa kontraktor Indonesia serta pembelian barang/ jasa dari Indonesia di negara-negara CEMAC (The Central African Economic and Monetary Community) yang beranggotakan 6 negara yaitu  Gabon, Cameroon, the Central African Republic (CAR), Chad, the Republic of the Congo and Equatorial Guinea. Selain menyediakan fasilitas pembiayaan tersebut, LPEI juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan dalam bentuk  capacity building serta technical assistance.

Business Dialogue Untuk Membuka Potensi Pasar Baru

Selain peresmian kerjasama, LPEI juga menjajaki potensi kerjasama lainnya  di wilayah Afrika dengan menggelar Business Dialogue yang mengambil tema “Optimizing the Collaboration Between Indonesia Strategic Industries and Africa” di Hari Rabu 21 Agustus 2019.

Acara ini akan mempertemukan 11 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Strategis Indonesia dengan Delegasi dan Lembaga Multilateral Afrika. Tujuannya adalah mempromosikan berbagai fasilitas LPEI kepada kedua belah pihak, menggali informasi potensi kerjasama khususnya dibidang infrastruktur antar kedua negara, serta mendiskusikan berbagai macam peluang dan kendala atas kerjasama bisnis tiga pihak yaitu LPEI, BUMN strategis, serta negara-negara di Afrika.

Membuka Akses Untuk UKM Ekspor

LPEI sebagai lembaga yang mengedepankan aspek manfaat sosial dan ekonomi juga akan mengundang mitra binaan untuk dapat memamerkan produknya di IAID 2019. Usaha Kecil Menengah yang berorientasi Ekspor ini merupakan peserta Coaching Program for New Exporters (CPNE) sebuah program rintisan eksportir baru milik LPEI yang bertujuan memberikan berbagai pelatihan serta peningkatan kapasitas hingga mampu mengekspor produknya keluar negeri dan Digital Handholding Program (DHP) atau program pelatihan untuk perluasan pasar bagi eksportir melalui platform digital. Kali ini, UKM dengan berbagai jenis produk akan diikutsertakan untuk membuka peluang pasarnya ke Afrika.

Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly, juga akan menjadi pembicara pada panel diskusi di IAID 2019 terkait dengan skema pembiayaan mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut positif pagelaran event lanjutan dari Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 lalu. Prioritas sektor infrastruktur juga sangat relevan dengan fokus Pemerintah Indonesia dalam 3-4 tahun terakhir. Fokus Pemerintah pada sektor infrastruktur membuat BUMN Konstruksi Indonesia memiliki kapasitas serta daya saing yang cukup kompetitif.

Dari aspek jasa keuangan, LPEI juga mendapatkan penugasan khusus dari Pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Keuangan RI melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.1/KMK.08/2019 tentang Penugasan Khusus Ekspor seluruh Komoditas ke Kawasan Afrika, Asia Selatan dan Timur Tengah dengan alokasi dana mencapai Rp1,6 Triliun. Penugasan ini juga semakin mempertegas komitmen pemerintah dan juga LPEI untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara potensial baru baik dari sisi demand maupun supply.

Peran strategis pada perhelatan IAID 2019 merupakan salah satu upaya LPEI sebagai fiscal tools pemerintah untuk menjajaki potensi pasar ekspor ke negara-negara baru. Upaya ini juga semakin mempertegas posisi LPEI untuk memainkan perannya dalam konsep fill the market gap, mengingat baik Pembiayaan, Penjaminan, maupun Asuransi untuk ekspor ke negara-negara tersebut dianggap memiliki risiko yang cukup tinggi oleh perbankan pada umumnya.