toggle menu

Public Information

News

LPEI News

27 Mar 2018

Dorong Ekspor ke Kawasan Afrika, Pemerintah Memberikan Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Mataram, 27 Maret 2018 - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank menerima Penugasan Khusus dari Pemerintah. 

Penugasan khusus ini ditetapkan pada tanggal 6 November 2017 melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.787/KMK.08/2017 untuk menyediakan fasilitas ekspor dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika.

Penetrasi dan Pengembangan Ekspor ke Negara Non-Traditional Market

Telah diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.787/KMK.08/2017, yang memberikan mandat kepada LPEI untuk menyalurkan fasilitas ekspor dalam bentuk Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika.

Fasilitas ekspor yang disediakan oleh LPEI untuk mendukung program Pemerintah dalam mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika menggunakan skema Penugasan Khusus Ekspor atau National Interest Account (NIA). Hal ini dikarenakan ekspor ke negara non-traditional market secara komersial kurang feasible dan berisiko dalam pembiayaannya (default payment) serta memiliki tingkat risiko politik yang tinggi.

Menggunakan skema NIA, LPEI dapat memberikan fasilitas Pembiayaan berupa Buyer’s Credit yaitu fasilitas Pembiayaan yang diberikan kepada pembeli / buyer dari Afrika atas pembelian produk buatan Indonesia.

Pelaksanaan NIA merupakan salah satu perwujudan respon Pemerintah yang kemudian diimplementasikan oleh LPEI yang tidak hanya bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekspor dari sisi supply tetapi juga sejumlah terobosan dari sisi demand melalui penetrasi dan perluasan pasar ekspor ke negara negara non tradisional. Mengingat Afrika merupakan benua dengan potensi sangat besar dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sesuai yang tergambar pada tabel berikut :

Sumber : IMF, WEO October 2017

Tingginya pertumbuhan perekonomian tersebut juga didukung dengan potensi peningkatan populasi yang diproyeksikan sekitar 20% dari populasi dunia berada di Afrika pada tahun 2030. Selain itu, selama tahun 2016 investasi di Afrika telah mencapai USD 94,1 milyar atau meningkat 31,91 yoy dari tahun sebelumnya. Afrika tidak hanya memenuhi kebutuhan  konsumsi tetapi juga membutuhkan “connector” seperti jalan, jalur kereta api, bandara, pelabuhan, jaringan dan teknologi informasi.

Kondisi tersebut merupakan peluang bagi para pelaku ekspor Indonesia untuk membuka pasar baru di Afrika dan untuk itu Pemerintah melalui Penugasan Khusus Ekspor telah mengalokasikan   dana sebesar Rp1,30 triliun dengan jangka waktu penugasan sampai dengan 31 Desember 2022.

Dukungan lain untuk mendorong ekspor ke kawasan Afrika, LPEI juga berpartisipasi secara aktif di Indonesia Afrika Forum yang berkoordinasi dengan lembaga terkait yaitu Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan.