Berita dan Kegiatan

Sinergi Indonesia Eximbank (LPEI) dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk Mendorong Ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM)

January 30, 2017 - Source :

Indonesia Eximbank adalah Lembaga Keuangan khusus milik Pemerintah RI yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, yang mendapatkan mandat untuk meningkatkan kinerja ekspor, memberayakan UMKM Ekspor dan melaksanakan Penugasan Khusus dari Pemerintah, melalui Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi, serta memberikan bimbingan dan jasa konsultasi kepada UMKM Ekspor dan koperasi.

Kinerja Indonesia Eximbank per Desember 2016 (unaudited) tercatat sangat baik. Per Desember 2016 Total Aset Indonesia Eximbank tercatat sebesar Rp 99,0 triliun, atau tumbuh 16,52% dari posisi Desember tahun 2015. Pertumbuhan ini ditopang oleh: (1) Pembiayaan Ekspor sebesar Rp 88,5 triliun (tumbuh 18,2% dari posisi Desember tahun 2015); (2) Asuransi Ekspor sebesar Rp 9,4 triliun; (3) Penjaminan Ekspor sebesar Rp 8,1 triliun. Indonesia Eximbank terus meningkatkan dukungan terhadap sektor UKM berorientasi ekspor (UKME), di mana Pembiayaan yang diberikan kepada UKME tumbuh 44,52% pada 2016 sehingga mencapai Rp10,5 triliun.

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan  memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) tahun 2013, jumlah UKM di Indonesia mencapai 57,9 juta unit usaha dengan total pekerja sebanyak 114,1 juta orang (96,99% lapangan kerja). UKM menyumbang 57,48% PDB Indonesia, dengan total ekspor non migas Rp182,1 triliun atau menyumbang 15,68% total ekspor non migas Indonesia. Kontribusi UKM terhadap ekspor ini relatif kecil jika dibandingkan negara lain, seperti: Malaysia (20%),India (40%), Singapura (60%), Korea Selatan (60%), dan Tiongkok (70%).

Menyadari besarnya potensi UKM di Indonesia dalam mendorong ekspor, Indonesia Eximbank bersinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mendorong ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM). DJBC memberikan insentif fiskal berupa Pembebasan Bea Masuk serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Atas Barang Mewah) atas impor bahan baku yang diperlukan IKM, dan memberikan kemudahan prosedur dalam pelaksanaan realisasi ekspor. Dari sisi pembiayaan, Indonesia Eximbank membantu IKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif, bagi IKM yang membutuhkan modal kerja maupun investasi dalam rangka ekspor.

Indonesia Eximbank juga memberikan dukungan kepada UKM melalui Jasa Konsultasi, salah satunya dalam bentuk program Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang merupakan program berkelanjutan bagi rintisan eksportir baru dengan cara melatih dan mempersiapkan pelaku UKM untuk menjadi eksportir baru melalui pelatihan, pameran dan bimbingan. Tahun 2016, telah melahirkan 5 pelaku UKM baru yang berhasil melakukan ekspor perdana produk: tepung singkong, kerajinan sapu rayung, tile stone, panel penyekat dinding/ruangan, lele fillet dan dendeng beku.

Pemberian Persetujuan Prinsip atas Fasilitas Pembiayaan untuk IKM KITE

Pada acara peluncuran Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) hari ini, Indonesia Eximbank memberikan Persetujuan Prinsip atas pemberian Fasilitas Pembiayaan kepada para pelaku IKM penerima fasilitas KITE, yang akan disampaikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan serta beberapa Menteri terkait.

Industri kecil dan menengah (IKM) yang memperoleh KITE adalah IKM yang menggunakan bahan baku asal impor, kemudian mengolah menjadi hasil produksi untuk diekspor. Sementara itu, pelaku IKM yang memperoleh Persetujuan Prinsip Pemberian Fasilitas Pembiayaan dari Indonesia Eximbank merupakan produsen yang mengekspor produk: furnitur, kerajinan, tekstil, produk kulit, perhiasan mutiara dan kosmetik/perawatan tubuh.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Menteri Keuangan - Menteri Perindustrian

Pada acara ini, juga dilakukan penanda tanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Perindustrian tentang Pengembangan Industri Kecil dan Industri Menengah (IKM) Berorientasi Ekspor, yang diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan IKM dalam meningkatkan kegiatan ekspornya melalui pemberian Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi dan Jasa Konsultasi Ekspor oleh Indonesia Eximbank.

Nota Kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan kerjasama antara Direktorat Jenderal IKM (Kementerian Perindustrian) dengan Indonesia Eximbank (Kementerian Keuangan) dalam bentuk:

  1. Penyediaan dan pertukaran data serta informasi terkait IKM yang berorientasi ekspor.
  2. Pelatihan manajemen ekspor bagi IKM yang berorientasi ekspor.
  3. Sosialisasi dan fasilitasi IKM yang berorientasi ekspor.
  4. Percepatan implementasi pemanfaatan skema pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi dalam rangka pengembangan IKM yang berorientasi ekspor.

Kerjasama Indonesia Eximbank dan Direktorat Jenderal IKM tersebut, antara lain berupa:

  1. Membuat rancangan kerja sama program pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi bagi IKM berorientasi ekspor;
  2. Melaksanakan kegiatan lapangan dan monitoring untuk mendukung pelaksanaan kerja sama program pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi bagi IKM berorientasi ekspor;
  3. Melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi pelaksanaan kegiatan secara berkala sesuai ruang lingkup, tugas, dan fungsi, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.

Sinergi antara Indonesia Eximbank dengan DJBC pada acara peluncuran KITE IKM oleh Presiden RI ini, diharapkan dapat secara konkret mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekspor produk-produk IKM, dengan branding nasional yang mampu mengisi pasar global dan memperkuat daya saing Indonesia, sehingga akan mampu meningkatkan ekspor dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional kita.