Berita dan Kegiatan

Peresmian Kantor Pemasaran Batam Indonesia Eximbank

May 12, 2016 - Source :

Sebagai lembaga khusus yang independen yang dibentuk oleh Pemerintah,  Indonesia Eximbank senantiasa berkomitmen untuk mendukung sektor ekspor terutama pada saat menghadapi tantangan termasuk merespon situasi ekonomi global dan domestik yang belum kondusif. Di tengah situasi tersebut, peran serta industri keuangan khususnya Indonesia eximbank menjadi sangat strategis sebagai salah satu sumber penyediaan pembiayaan kegiatan ekspor baik dalam bentuk modal kerja maupun investasi.

Sebagai upaya nyata dalam rangka mendukung aktivitas ekspor khususnya di Propinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya, maka pada hari ini (Kamis, 12 Mei 2016) terdapat sebuah Agenda Acara Peresmian, Kantor Pemasaran Batam Indonesia Eximbank.

Dalam rangka memperluas jangkauan, ekspansi, dan cakupan potensi bisnis UKM berorientasi ekspor, Indonesia Eximbank berencana membuka sejumlah jaringan kantor dalam bentuk kantor pemasaran di beberapa kota yang tersebar di Indonesia. Di tahun 2016, Batam menjadi kota pertama peresmian Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank untuk menjangkau potensi bisnis ekspor di Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Riau yang demikian tinggi.

Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera, bahkan di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pada Tahun 2015, PDB tumbuh sebesar 6,02% yoy dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,3-6,8% yoy di tahun 2016. Aktivitas ekonomi terhitung tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan PDB Sumatera yang sebesar 3,4% yoy dan PDB Indonesia yang sebesar 4,79% yoy pada tahun yang sama. Segmen UMKM di Propinsi Kepulauan Riau juga terhitung tinggi dimana lebih dari 60.000 UMKM atau 3,0% dari jumlah penduduk  provinsi, lebih tinggi dari share UMKM nasional yang hanya sebesar 1,6% di tahun 2012. Komposisi sebaran tertinggi berada di Batam yaitu 67%, diikuti oleh Tanjung Pinang 19%, Natuna 5%, dan Bintan 3%. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik)

Kehadiran Kantor Pemasaran Indonesia Eximbank di Batam, merupakan langkah strategis dan perwujudan optimisme Indonesia Eximbank terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dan sekitarnya terutama melalui pemanfaatan sejumlah komoditi potensial yang dimiliki Kepulauan Riau, termasuk transformasi Pulau Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Sehingga, menjadikan iklim bisnis di Kepulauan Riau dan sekitarnya menjadi sangat menjanjikan.

Pada akhirnya, kehadiran kantor pemasaran di Batam diharapkan dapat menfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekspor, turut berkontribusi aktif dalam pengembangan UKM berorientasi ekspor serta mendorong kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi di provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian nasional melalui jumlah dan penyebarannya terhadap tenaga kerja, produktivitas, hingga dukungan terhadap nilai ekspor. Namun demikian, besarnya peran dan kontribusi UKM tersebut tentunya juga diiringi dengan sejumlah tantangan, salah satunya adalah akses Pembiayaan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tentunya perlu dukungan dan peran dari Pemerintah, termasuk peran dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dalam kaitan ini, salah satu sasaran penyaluran fasilitas Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi yang mendapat perhatian besar oleh Indonesia Eximbank adalah segmen UKM yang berorientasi ekspor. Penyaluran pembiayaan UKM berorientasi ekspor meningkat signifikan menjadi Rp7,3 triliun pada 2015 atau tumbuh 60,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pembiayaan tersebut diikuti oleh peningkatan jumlah debitur yang dibiayai dengan tingkat suku bunga kompetitif. Capaian ini tentunya senantiasa akan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Sejalan dengan pelemahan ekspor nasional, laju pertumbuhan ekspor Provinsi Kepulauan Riau ikut mencatatkan penurunannya. Tercatat pada tahun 2015, ekspor provinsi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 8,15% yoy, namun masih lebih baik dibandingkan ekspor nasional yang terkontraksi sebesar 14,6% yoy. Masih lemahnya ekonomi negara tujuan ekspor seperti Singapura, Tiongkok dan Jepang serta harga komoditi global yang masih di level rendah ternyata turut mempengaruhi kinerja ekspor provinsi yang ditopang oleh komoditi elektronik, olahan CPO dan besi baja.