Berita dan Kegiatan

MENTERI KEUANGAN RI MERESMIKAN EKSPOR PERDANA GERBONG KERETA API MELALUI SKEMA PEMBIAYAAN NATIONAL INTEREST ACCOUNT

March 31, 2016 - Source :

Surabaya, 31 Maret 2016 - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank merupakan lembaga yang diberikan mandat oleh Pemerintah untuk memberikan penyediaan pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor dalam rangka mendukung program ekspor nasional (Undang-undang No.2/2009). Perwujudan pelaksanaan mandat tersebut diantaranya dengan melaksanakan salah satu Kebijakan Pemerintah pada paket Kebijakan ekonomi tahap I yaitu Penguatan Pembiayaan Ekspor melalui skema National Interest Account (NIA).

Melalui regulasi Peraturan Menteri Keuangan No.134/PMK.08/2015, Indonesia Eximbank mendapatkan penugasan khusus/National Interest Account (NIA) dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan,tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah. Tindak lanjut atas peraturan ini, Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.1156/KMK.08/2015 tentang penugasan khusus untuk menyediakan pembiayaan ekspor produk gerbong penumpang kereta api.

Kebijakan ini menjadi strategis di tengah melambatkan kinerja ekspor nasional. Selama tahun 2015, nilai ekspor Indonesia mencapai USD150,3miliar atau turun 14,63% year-on-year. Pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat terutama di negara-negara tujuan ekspor Indonesia, serta kecenderugan penurunan harga komoditas dunia, telah memberikan dampak signifikan atas penurunan kinerja ekspor nasional.
Pelaksanaan NIA merupakan salah satu perwujudan respon Pemerintah yang kemudian diimplementasikan oleh Indonesia Eximbank yang tidak hanya bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekspor dari sisi supply tetapi juga sejumlah terobosan dari sisi demand melalui penetrasi dan perluasan pasar ekspor ke negara negara non tradisional.

Penugasan Khusus kepada Indonesia Eximbank merupakan Bentuk Dukungan Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Indonesia Eximbank telah memberikan pembiayaan menggunakan skema NIA kepada PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai bentuk sinergi dengan salah satu BUMN industri strategis guna mendorong ekspor gerbong penumpang kereta api. Pembiayaan ini digunakan untuk pembuatan 150 unit gerbong kereta api yang dipesan oleh Bangladesh Railways. Bangladesh sebagai negara tujuan ekspor industri kereta api Indonesia didasarkan karena Pemerintah Bangladesh memiliki proyek pembangunan perkeretaapian yang berkelanjutan di tengah kondisi makroekonomi yang relatif baik.

Negara pesaing utama Indonesia dalam proyek ini adalah negara India dan Tiongkok yang menawarkan harga kompetitif di mana keduanya didukung penuh oleh Eximbank masing-masing negara. Untuk itu, dukungan Pemerintah melalui Indonesia Eximbank menjadi sangat penting karena sulit bagi Indonesia berkompetisi apabila melalui skema komersial.

Proyek ekspor gerbong penumpang kereta api ke negara Bangladesh memiliki nilai strategis bagi PT INKA. Hal ini dikarenakan track record dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi mengikuti tender berskala internasional. Proyek ini menjadi momentum yang efektif dalam memasuki pasar negara di kawasan Asia Tengah, Asia Tenggara dan Timur Tengah yang juga sangat berminat terhadap produk gerbong penumpang kereta api buatan Indonesia.

Pembiayaan atas proyek produksi gerbong penumpang kereta api memiliki nilai multiplier bagi perekonomian Indonesia, tidak hanya terbatas pada PT INKA tetapi juga pada industri besar lainnya dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri yang memiliki peran dalam memasok kebutuhan untuk industri kereta api, antara lain industri baja, industri pengecoran, industri komponen kereta, industri permesinan serta trickle down effect terhadap banyak pelaku UKM yang menjadi mitra kerja PT INKA. Pengiriman perdana produk ini menjadi momentum besar bagi Pemerintah. Menteri Keuangan RI menyaksikan secara langsung pengiriman 15 unit gerbong penumpang kereta api pertama yang akan dilakukan oleh PT INKA ke Bangladesh Railways. Ekspor perdana ini dilakukan di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 31 Maret 2016.

Pembiayaan menggunakan skema NIA dapat terealisasi karena dukungan Pemerintah yaitu jajaran Kementerian yang termasuk dalam komite tetap NIA yang terdiri dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementeri Perindustrian RI, Kementerian Pertanian RI, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI.

(Divisi CSC - DU)