Berita dan Kegiatan

Kunjungan Kerja Wakil Menteri Keuangan Bapak Mardiasmo ke Pekalongan Dalam Rangka Penugasan Khusus kepada Indonesia Eximbank

December 22, 2015 - Source :

Pekalongan, 22 Desember 2015 – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) senantiasa melaksanakan mandat dari Pemerintah atas Penugasan Khusus atau National Interest Account (NIA) untuk menyediakan Pembiayaan Ekspor Nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor kepada transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan tetapi dinilai penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan kinerja ekspor nasional. Penugasan khusus ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.08/2015 dan termasuk di dalam Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Tahun 2015.

Sehubungan atas pelaksanaan mandat tersebut, Wakil Menteri Keuangan Bapak Mardiasmo melakukan kunjungan kerja untuk memantau pelaksanaan program dan berdialog secara langsung dengan pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas pembiayaan di Pekalongan, Jawa Tengah. Kunjungan kerja Wakil Menteri Keuangan dalam rangka Penugasan Khusus merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan oleh Menteri Keuangan Bapak Bambang Brodjonegoro pada tanggal 10 Desember 2015 diselenggarakan di Gresik, Jawa Timur.

Implementasi NIA ini ditujukan dalam rangka ketahanan usaha dan pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk pelaku usaha UMKM, khususnya di sektor furnitur. Wakil Menteri Keuangan juga menyaksikan secara langsung penandatanganan persetujuan prinsip pemberian fasilitas antara Indonesia Eximbank kepada pelaku usaha UMKM. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari total alokasi dana sebesar Rp700 miliar dengan jangka waktu penugasan sampai dengan 31 Desember 2016 sebagaimana tertuang pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.1231/KMK.08/2015. Sektor furnitur menjadi salah satu dari empat sasaran sektor usaha yang dapat difasilitasi dimana setiap pelaku ekspor paling banyak menerima fasilitas sebesar Rp 50 miliar.

Sejalan dengan perlambatan kinerja ekspor nasional, pertumbuhan nilai ekspor furnitur Indonesia yang berbahan dasar kayu juga berada pada tren menurun, dengan penurunan terbesar terjadi pada Juli 2015 dimana pertumbuhan ekspor komoditi tersebut terkontraksi sebesar 11% year-on-year. Penurunan kinerja industri furnitur dapat mempengaruhi penyerapan jumlah tenaga kerja, mengingat industri ini merupakan industri padat karya. Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra industri furnitur nasional yang mayoritas produknya ditujukan untuk ekspor dan menjadi penghasil devisa yang cukup besar. Komoditas kayu dan barang dari kayu merupakan salah satu komoditas ekspor tertinggi dengan pangsa sebesar 16% dari total ekspor. Sehingga, keberlangsungan industri furnitur sangat penting bagi akvitas ekonomi Propinsi. Indonesia Eximbank optimis bahwa dukungan yang diberikan akan membantu meningkatkan ekspor furnitur Propinsi Jawa Tengah dan nasional sehingga daya saing furnitur Indonesia di pasar global tetap kuat.

 

Penandatanganan Persetujuan Prinsip Pemberian Fasilitas antara LPEI-PT. Chakra Naga Furniture

Pada kesempatan tersebut, Bapak Ngalim Sawega, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank mendatangani Persetujuan Prinsip Pembiayaan dengan Ibu Luqi Hermawanti, selaku Direktur PT.Chakra Naga Furniture (CNF). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapak Mardiasmo beserta jajaran Kementerian Keuangan RI, serta dihadiri jajaran direksi Indonesia Eximbank dan PT. Chakra Naga Furniture. Pemberian fasilitas tersebut sama dengan fasilitas yang diberikan kepada PT. Cemerlang Laut Ambon dan PT. Araputra Fortuna Perkasa yang Persetujuan Prinsip Pemberian Pembiayaannya telah dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, pada dua pekan sebelumnya.

Didirikan pada tahun 2009, CNF merupakan produsen furnitur dengan lokasi pabrik di Jepara, Jawa Tengah. Sebelum menjadi PT, CNF memulai usahanya sejak tahun 2001 dalam bentuk UD, kemudian pada tahun 2005 berubah menjadi CV. Produk-produk furnitur yang dihasilkan didominasi oleh style classic (70%), dan sisanya colonial (20%) dan modern (10%) yang sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar yang cukup luas dan tersebar di Kawasan Amerika yaitu Amerika Serikat dan Guatemala (20%), Australia (20%), Eropa antara lain Jerman, Perancis, Ukraina, Inggris, dan Irlandia (30%) dan timur tengah yaitu Uni Emirat Arab dan Kazakhstan (20%) serta negara Asia lainnya seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Aktivitas usaha CNF menyerap sekitar 380 orang tenaga kerja yang berasal dari lokasi setempat. Dengan diberikannya fasilitas Penugasan Khusus ini, CNF diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksinya yang saat ini sudah mencapai 16 kontainer per bulan. Sehingga, permintaan dari pembeli saat ini dapat terus dipenuhi dan membuka peluang diversifikasi produk untuk memasuki pasar baru, termasuk non-traditional market. Peningkatan produksi dari CNF juga akan memberikan dampak multiplier kepada peningkatan bisnis para supplier seiring dengan kenaikan permintaan bahan baku, yang tentunya akan meningkatkan serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Pelaksanaan Penugasan Khusus oleh Indonesia Eximbank tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV yang diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan usaha dan mencegah PHK tetapi juga menyerap tenaga kerja, dalam mendukung prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.