Berita dan Kegiatan

Indonesia Eximbank Siap Bantu Pendanaan Ekspor Gambir

December 06, 2014 - Source : http://www.koran.padek.co/read/detail/13605

Besarnya potensi gambir di Sumbar membuat Indonesia Eximbank- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ini tertarik untuk membiayai ekspor gambir demi mendongkrak ekspor secara nasional.

Penegasan ini disampaikan Direktur Eksekutif (CEO) Indonesia Eximbank, Ngalim Sawega usai acara Business Gathering, di Premier Basko Hotel, Padang, kemarin.

Business Gathering diselenggarakan dalam rangka sosialisasi Indonesia Eximbank dengan eksportir-eksportir di Sumbar, kususnya Kota Padang. Mengundang pengusaha skala korporasi maupun UKM.

“Paling tidak, memperkenalkan Indonesia Eximbank pada eksportir di sini. Jadi orang tahu, Eximbank siap membiayai kegiatan ekspor,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk wilayah Sumbar yang paling berpotensi saat ini yakni ekspor kelapa. Eximbank sendiri sudah mengucurkan pembiayaan untuk beberapa perusahaan kelapa agar siap bersaing di dunia internasional. Selain kelapa, ekspor gambir sangat potensial untuk didorong. Melihat peluangnya di India, gambir berpotensi menjadi salah satu produk yang dapat mendorong peningkatan ekspor nasional ke depannya.

“Gambir itu bisa. Sekarang, peluang untuk mengekspor gambir ke India sangat besar. Tapi kita belum tahu juga eksportir gambir di Padang itu siapa. Melihat besarnya peluang tersebut, kita siap untuk menjadi lembaga pembiayaan ke depannya,” jelasnya.

Diakuinya, Indonesia Eximbank akan terus menjaga performanya untuk kepentingan para eksportir. Disadari, tanpa dukungan para nasabah eksportir, lembaga ini tidak akan jalan. Untuk itu diharapkan jika ada permasalahan tentang ekspor, jika diinformasikan, Eximbank siap untuk menindaklanjuti. “Di sanalah peran kami dalam hal konsultasi. Tahapan lain, eksportir yang dinilai layak akan diberi pendanaan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Indonesia Eximbank yang sebelumnya dikenal dengan nama Bank Ekspor Indonesia (BEI), merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pembiayaan ekspor nasional. Selain itu, lembaga ini berwewenang dalam menetapkan skema pembiayaan ekspor nasional, melakukan restrukturisasi pembiayaan ekspor nasional, melakukan reasuransi terhadap asuransi yang dilaksanakan di dalam skema, serta melakukan penyertaan modal. Penanggungan risiko asuransi ekspor berpola co-insurance untuk mengerem premi terbang ke luar negeri.

Pembiayaan ekspor nasional yang diberikan, dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan advisory services, serta mengisi kesenjangan yang terjadi dalam pembiayaan ekspor.

Dalam pemaparan yang disampaikan, Ngalim Sawega dan Direktur Pelaksana Arif Setiawan dipandu Dwi Wahyudi yang juga Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank terungkap, dalam menjalankan fungsi tersebut, Indonesia Eximbank akan memberi bantuan yang diperlukan oleh badan usaha atau perorangan untuk ekspor. Bantuan yang diberikan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, maupun asuransi ekspor guna pengembangan usaha untuk menghasilkan barang dan jasa atau usaha lain yang menunjang ekspor.

Selain itu, Indonesia Eximbank juga menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang dikategorikan secara komersial sulit dilaksanakan dan tidak dapat dibiayai oleh perbankan, lembaga keuangan komersial maupun oleh LPEI sendiri, tetapi dinilai perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional (national interest account) dan mempunyai prospek untuk peningkatan ekspor nasional.

Lalu, membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh bank atau lembaga keuangan lainnya dalam penyediaan pembiayaan bagi eksportir yang secara komersial cukup potensial atau penting dalam perkembangann ekonomi Indonesia.

Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Indonesia Eximbank dapat melakukan proses pembimbingan dan jasa konsultasi kepada bank, lembaga keuangan, eksportir dan produsen barang ekspor, khususnya untuk skala usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK). Selain itu, berwenang menetapkan skema pembiayaan ekspor di tingkat nasional, dan melakukan restrukturisasi pembiayaan ekspor nasional.

“Indonesia Eximbank merupakan alat pemerintah, perpanjangan tangan pemerintah dalam mendorong ekspor nasional, memberikan substitusi impor, jadi kita bisa biayai di situ. Bukan bank komersial. Yang membedakan adalah, Indonesia Eximbank tidak menerima simpanan dari masyarakat,” pungkas Ngalim Sawega. (*)