Berita dan Kegiatan

Indonesia Eximbank Membiayai Pembuatan Gerbong Kereta Penumpang PT Industri Kereta Api (Persero)

June 28, 2016 - Source :

Sebagai Lembaga Keuangan khusus yang didirikan Pemerintah Republik Indonesia, Indonesia Eximbank di tahun 2015 Indonesia Eximbank menerima penugasan khusus dari Pemerintah untuk menyediakan Pembiayaan Ekspor Nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan tetapi dinilai penting oleh Pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Penugasan Khusus/National Interest Account

Melalui regulasi Peraturan Menteri Keuangan No.134/PMK.08/2015, Indonesia Eximbank mendapatkan penugasan khusus/National Interest Account (NIA) dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan,tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah. Tindak lanjut atas peraturan ini, Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 1156/KMK.08/2015 tentang penugasan khu-sus untuk menyediakan pembiayaan ekspor produk gerbong penumpang kereta api.

Kebijakan ini menjadi strategis di tengah melambatkan kinerja ekspor nasional. Selama tahun 2015, nilai ekspor Indonesia mencapai USD150,3miliar atau turun 14,63% year-on-year. Pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat terutama di negara-negara tujuan ekspor Indonesia, serta kecenderugan penurunan harga komoditas dunia, telah memberikan dampak signifikan atas penurunan kinerja ekspor nasional.

Pelaksanaan NIA merupakan salah satu perwujudan respon Pemerintah yang kemudian diimplementasikan oleh Indonesia Eximbank yang tidak hanya bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekspor dari sisi supply tetapi juga sejumlah terobosan dari sisi demand melalui penetrasi dan perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional.

IEB Memberikan Pembiayaan Modal Kerja Kepada PT Industri Kereta Api (Persero)

PT Industri Kereta Api (Persero)/ PT INKA merupakan salah satu perusahaan BUMN yang memiliki kemampuan dan kapasitas memproduksi gerbong kereta api. Selama lebih dari 30 tahun PT INKA telah mendorong perkembangan industri transportasi di Indonesia dan menjadi salah satu industri strategis Indonesia.

Melalui KMK No.1156/KMK.08/2015 Indonesia Eximbank menyalurkan fasilitas Pembiayaan Modal Kerja kepada PT INKA untuk  memproduksi gerbong kereta api penumpang yang akan di ekspor ke Bangladesh. Pembiayaan untuk jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2016 dengan nilai sebesar 270 miliar Rupiah. Pembiayaan ekspor ini menggunakan skema penugasan khusus ekspor atau NIA (National Interest Account), karena proyek tersebut secara komersil sulit dilaksanakan tetapi dinilai penting oleh Pemerintah.

 

Penetrasi & Pengembangan Ekspor ke Negara Non-traditional Market

Ekspor ke Bangladesh merupakan penetrasi dan pengembangan ekspor ke negara Non-traditional Market yang dilakukan oleh PT INKA. Pemilihan Bangladesh sebagai negara tujuan ekspor industri kereta api Indonesia didasarkan karena Pemerintah Bangladesh memiliki proyek pembangunan per-keretaapian yang berkelanjutan di tengah kondisi makroekonomi yang relatif baik. Dengan jumlah populasi yang tinggi (158 juta jiwa di Tahun 2014, terbesar ke 8 di dunia), kebutuhan moda transportasi masal yang efisien, cepat dan aman seperti kereta api semakin dibutuhkan oleh negara tersebut.

Negara pesaing utama Indonesia dalam proyek ini adalah India dan Tiongkok yang menawarkan harga kompetitif dimana keduanya didukung penuh oleh Eximbank masing-masing negara.

Untuk itu, dukungan Pemerintah melalui Indonesia Eximbank menjadi sangat penting karena sulit bagi Indonesia berkompetisi apabila melalui skim komersial.

 

Nilai Strategis & Multiplier Efek

Proyek ekspor gerbong penumpang kereta api ke Bangladesh memiliki nilai strategis bagi PT INKA karena supply record-export order dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional. Proyek ini juga menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar negara Asia Tengah seperti Pakistan, Srilanka, Asia Tenggara dan Timur Tengah lainnya, yang juga sangat berminat terhadap produk gerbong penumpang kereta api buatan Indonesia.

Pembiayaan atas proyek produksi gerbong penumpang kereta api memiliki nilai multiplier bagi perekonomian Indonesia, tidak hanya terbatas pada PT INKA tetapi juga pada industri besar lainnya dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri yang memiliki peran dalam memasok kebutuhan untuk industri kereta api, antara lain industri baja, industri pengecoran, industri komponen kereta, industri permesinan serta trickle down effect terhadap banyak pelaku UKM yang menjadi mitra kerja PT INKA.

Ekspor Perdana Gerbong Kereta Api Melalui Skema Pembiayaan National Interest Account

Pengiriman perdana produk ini menjadi momentum besar bagi Pemerintah. Menteri Keuangan RI menyaksikan secara langsung pengiriman 15 unit gerbong penumpang kereta api pertama yang akan dilakukan oleh PT INKA ke Bangladesh Railways. Ekspor perdana ini dilakukan di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 31 Maret 2016.

Pembiayaan menggunakan skema NIA dapat terealisasi karena dukungan Pemerintah yaitu jajaran Kementerian yang termasuk dalam komite tetap NIA yang terdiri dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementeri Perindustrian RI, Kementerian Pertanian RI, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI. (IEB)