Berita dan Kegiatan

Indonesia Eximbank Dukung UMKM Bali Berorientasi Ekspor

October 28, 2016 - Source :

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/ Indonesia Eximbank merupakan lembaga keuangan khusus yang didirikan oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan Pembiayaan Ekspor Nasional melalui penyaluran fasilitas Pembiayaan, Penjaminan dan Asuransi. Selain itu, Indonesia Eximbank juga dapat memberikan bimbingan dan jasa konsultasi kepada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi guna meningkatkan kapabilitas pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Indonesia Eximbank sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, menetapkan peran dan tugasnya dalam setiap strategi bisnisnya guna mendorong pertumbuhan ekspor nasional, baik pada segmen korporasi maupun UKM, dengan standar yang sama, yaitu dengan tetap menjaga kualitas produk dan jasa, harga yang terjangkau dan kompetitif, serta service excellence. Peningkatan ekspor terhadap komoditi unggulan Indonesia menjadi salah satu perhatian bagi Indonesia Eximbank dalam menetapkan strategi bisnisnya.

Dukungan Indonesia Eximbank kepada sektor UMKM yang berorientasi ekspor ini tercermin dari pertumbuhan pembiayaan pada sektor UMKM di posisi September 2016 naik 47% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya dari Rp5.866 miliar menjadi Rp8.615 miliar.

Dukungan Indonesia Eximbank bagi Eksportir UMKM Mebel dan Kerajinan

Dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM berorientasi ekspor khususnya UMKM di wilayah Bali yang bergerak di bidang ekspor mebel dan kerajinan, Indonesia Eximbank bersinergi dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Bali menyelenggarakan seminar bertajuk Potensi UKM Bali dalam Menembus Pasar Ekspor yang bertempat di Harris Hotel and Convention Center, Bali, tanggal 28 Oktober 2016.

Porsi penyaluran pembiayaan modal kerja ekspor dan investasi ekspor di bidang mebel dan hasil kayu yang telah disalurkan oleh Indonesia Eximbank untuk posisi September 2016 telah mencapai 3,33% dari total pembiayaan atau senilai Rp2,78 triliun

Selain pembiayaan Indonesia Eximbank juga memiliki program khusus untuk meningkatkan capacity building pelaku usaha untuk mendukung UMKM berorientasi ekspor, ujar Arif Setiawan selaku Direktur Pelaksana yang membawahi bidang Jasa Konsultasi.

Arif Setiawan menjelaskan di tengah-tengah acara seminar, Indonesia Eximbank mempunyai Program Khusus Rintisan Eksportir Baru atau Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang merupakan program jasa konsultasi untuk memberikan bimbingan dan pendampingan di bidang produksi, keuangan, pemasaran dan manajerial dengan tujuan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk maupun jasa yang kompetitif di pasar global

Melalui CPNE ini, Indonesia Eximbank memberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor hingga dapat menjual produknya ke pasar luar negeri. Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, para peserta CPNE ini diberikan dukungan untuk mengikuti pameran-pameran sebagai sarana untuk meningkatkan peluang bisnis agar dapat “go international”.

Rangkaian program pelatihan dan keterampilan yang diberikan seperti pelatihan mengenai prosedur ekspor, perpajakan dan keuangan hingga pemasaran. Selain itu, terdapat program keterampilan berupa bahasa Inggris dan penggunaan sosial media sebagai salah satu sarana marketing.   

Setiap tahunnya Indonesia Eximbank menyaring pelaku-pelaku UMKM berorientasi ekspor untuk dapat mengikuti program CPNE. Di tahun 2016, Indonesia Eximbank telah berhasil menyaring pelaku usaha dari berbagai sektor usaha antara lain furnitur, makanan dan minuman, kerajinan, batik, tekstil hingga sapu untuk mengikuti CPNE.

Melalui seminar ini kami ingin menunjukan bahwa dengan konsistensi dan kerja keras, salah satu lulusan CPNE tahun 2015 yang berasal dari Bali telah berhasil melakukan ekspor furnitur ke Amerika dan Perancis.
“Harapan kami melalui program CPNE yang diprakarsai oleh Indonesia Eximbank akan banyak menghasilkan pelaku-pelaku UMKM berorientasi ekspor,”  tegasnya. (IEB)