Berita dan Kegiatan

BANGLADESH RAILWAY TUNJUK KEMBALI PT INDUSTRI KERETA API (PERSERO) UNTUK PRODUKSI 200 UNIT KERETA PENUMPANG

September 15, 2017 - Source :

Dhaka, 14 September 2017-PT Industri Kereta Api (Persero) /PT INKA (Persero) kembali berhasil memenangkan proses tender internasional untuk pengadaan 200 unit kereta penumpang yang dilakukan oleh Bangladesh Railway dengan nilai kontrak sebesar USD73 juta. Penandatanganan kontrak dilakukan di kantor pusat Bangladesh Railway, Dhaka, Bagladesh dan disaksikan oleh Menteri Railways Bangladesh, Perwakilan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank serta Perwakilan dari Kementerian BUMN RI.

Pada proyek pengadaan kereta penumpang ini INKA bersaing ketat dengan perusahaan kereta api berasal dari India dan Tiongkok. Kedua perusahaan tersebut didukung oleh Eximbank dari masing-masing negara sehingga mereka dapat menawarkan harga yang kompetitif. Begitu juga dengan PT INKA (Persero), dengan adanya dukungan dari Pemerintah Indonesia melalui LPEI, PT INKA (Persero) dapat memberikan penawaran yang cukup kompetitif sehingga dapat kembali memenangkan proyek pembuatan kereta penumpang Bangladesh.

“Peran LPEI untuk menyediakan fasilitas pembiayaan sangat penting sehingga PT INKA (Persero) dapat menawarkan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif” ujar R. Agus H. Purnomo, Direktur Utama PT INKA (Persero). Untuk itu, dukungan Pemerintah melalui LPEI menjadi sangat penting karena sulit bagi Indonesia berkompetisi apabila melalui skim komersial, lanjutnya. 

Pada Kesempatan ini Indonesia Eximbank juga menunjukan empatinya terhadap Rohingya di Bangladesh dengan memberikan bantuan yang penerimaanya diwakili oleh Menteri Railway Bangladesh.

Penugasan Khusus kepada Indonesia Eximbank merupakan Bentuk Dukungan Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank merupakan lembaga yang diberikan mandat oleh Pemerintah untuk memberikan penyediaan pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor dalam rangka mendukung program ekspor nasional (Undang-undang No.2/2009).

Melalui regulasi Peraturan Menteri Keuangan No.134/PMK.08/2015, Indonesia Eximbank mendapatkan penugasan khusus/National Interest Account (NIA) dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersil sulit dilaksanakan,tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah. Tindak lanjut atas peraturan ini, Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.374/KMK.08/2017 tentang penugasan khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk menyediakan pembiayaan ekspor gerbong penumpang kereta api.

Pada kesempatan yang sama Dwi Wahyudi - Direktur Pelaksana I Indonesia Eximbank menyatakan bahwa  “Persaingan antara manufacturer kereta di pasar Bangladesh akan semakin ketat di masa yang akan datang”. Untuk itu, telah disiapkan beberapa langkah strategis dalam rangka meningkatkan akselerasi penetrasi produk INKA di pasar Bangladesh diantaranya:

  1. PT INKA (Persero) akan menjalin kerja sama dengan State Own Company di Bangladesh dalam bentuk konsorsium untuk dapat bersinergi bersama dalam mengerjakan proyek-proyek kereta di Bangladesh.
  2. Asian Development Bank (ADB) telah memberikan dukungan pendanaan dalam pengembangan perkereta-apian di Bangladesh. Pada acara ceremonial signing kontrak pengadaan 200 kereta ini, Indonesia Eximbank telah bertemu dengan ADB Manila dalam rangka membahas potensi kerjasama pendanaan terkait proyek pengadaan kereta di Bangladesh. Akan dilakukan pertemuan lanjutan antara Indonesia Eximbank dan ADB manila untuk membahas lebih details terkait potensi kerja sama serta skema cofinancing dalam pendanaan proyek perkereta-apian Bangladesh.

Proyek ekspor gerbong penumpang kereta api ke Bangladesh memiliki nilai strategis bagi PT INKA (Persero) karena supply record- export order dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional. Proyek ini juga menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar negara Asia Tengah seperti Pakistan, Srilanka, Afrika,Asia Tenggara dan Timur Tengah lainnya, yang juga sangat berminat terhadap produk gerbong penumpang kereta api buatan Indonesia.

Selain itu, dampak multiplier bagi ekonomi nasional tidak hanya terbatas pada PT INKA (Persero) tetapi juga pada industri besar lainnya di dalam negeri yang ikut berperan dalam memasok kebutuhan untuk industri kereta api, antara lain industri baja, industri pengecoran, industri komponen  kereta, industri permesinan dan puluhan industri lainnya yang bergerak dalam bidang perlistrikan seperti kabel, panel control, lampu, serta bidang komponen karet dan bidang interior. Proyek ini menjadi strategis karena didukung oleh industri kecil menengah dan beberapa BUMN terkait antara lain PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Barata (Persero), PT Pindad (Persero) & PT LEN (Persero).