Press Release Obligasi Berkelanjutan Tahap I Indonesia Eximbank

SIARAN PERS
INDONESIA EXIMBANK TERBITKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN
TAHAP I SENILAI RP2.5 TRILIUN
16 November 2011


 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau lebih dikenal dengan Indonesia Eximbank pada tanggal 16 November 2011 telah melaksanakan Public Expose & Due Diligence Meeting dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011. Indonesia Eximbank akan melakukan Emisi Obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,5 Triliun pada semester kedua tahun 2011 ini dengan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi), dan PT Indo Premier Securities serta sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Terafiliasi). Indonesia Eximbank  adalah lembaga keuangan khusus milik Pemerintah dengan status sovereign yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009  tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang merupakan transformasi dari PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) atau BEI.


 Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2011 ini memperoleh peringkat idAAA stable outlook dari Pefindo. Peringkat tersebut diperoleh karena (1) kuatnya dukungan Pemerintah terhadap kecukupan permodalan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009; (2) posisi yang kuat di segmen kredit ekspor; dan (3) tingkat permodalan yang sangat kuat.


 Indonesia Eximbank telah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam-LK pada tanggal 7 Oktober 2011, sedangkan proses book building dimulai pada hari ini, 16 November 2011  s/d 1 Desember 2011.  Apabila surat efektif dari Bapepam LK dapat diperoleh oleh Indonesia Eximbank pada tanggal 12 Desember 2011, maka penawaran obligasi akan dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Desember 2011.


 Indonesia Eximbank merupakan lembaga yang memfokuskan kegiatan usaha pada penyediaan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi serta jasa konsultasi dalam rangka ekspor serta memiliki kinerja keuangan dan operasional yang solid. Indonesia Eximbank berfungsi sebagai fill in the main market gap atau melengkapi fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh perbankan, seperti Buyer’s Credit, Asuransi Political Risk, penjaminan untuk proyek di luar negeri. Dengan sifat sovereign-nya sangat dimungkinkan untuk memperoleh sumber pendanaan berjangka pendek, menengah, dan panjang dari lembaga multilateral, bank serta lembaga keuangan dan pembiayaan di dalam dan luar negeri dengan suku bunga yang lebih kompetitif.


 Prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2012 diperkirakan tetap solid dengan pertumbuhan di kisaran 6,5-6,9% year on year. Selain permintaan domestik yang terus meningkat, kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat seiring dengan masih ekspansifnya volume perdagangan dunia. Meskipun terdapat sejumlah tantangan ekonomi global, khususnya negara maju, prospek usaha Indonesia Eximbank tetap menjanjikan seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekspor nasional di 2012. Pemerintah optimis ekspor dapat tumbuh hingga 20% year on year  di 2012 dengan beberapa pertimbangan yaitu (i) 70% ekspor nasional tertuju ke negara emerging, (ii) Pemerintah senantiasa mengupayakan melakukan diversifikasi ekspor ke negara-negara non-tradisional, dan (iii) adanya program untuk mengarahkan komoditas ekspor dari raw material menjadi intermediate goods. Nilai ekspor khususnya ekspor non migas terus meningkatkan signifikan dan tercatat sebesar USD120,85 miliar pada periode Januari-September 2011 paska mengalami kontraksi pertumbuhan di 2009 lalu sebagai imbas krisis keuangan global. Kenaikan ekspor ini berbanding lurus dengan kenaikan kredit ekspor perbankan yang tercatat sebesar Rp37,4 triliun pada per Juli 2011. Sementara itu, pembiayaan Indonesia Eximbank juga meningkat dari Rp15,9 riliun di Juli 2011 menjadi Rp19,1 triliun pada 14 November 2011. Pencapaian ini juga diikuti oleh membaiknya rasio NPL netto dari 5,12% di Juli 2011 menjadi 3,89% di 14 November 2011.


 Dari sisi Kinerja Keuangan, jika dibandingkan kinerja 31 Juli 2011 (Audited) dengan 31 Oktober 2011 (Unaudited), Total Aset Indonesia Eximbank mengalami peningkatan dari semula Rp23,07 triliun menjadi Rp23,78 triliun atau meningkat sebesar 3,11%. Sementara dari sisi Total Pembiayaan  apabila disandingkan antara posisi 31 Juli 2011  dengan 31 Oktober 2011 mengalami kenaikan sebesar 9,95% dari semula Rp16,78 triliun menjadi Rp18,45 triliun. Hal ini dikarenakan meningkatnya aktivitas ekspansi pembiayaan ekspor seiring pertumbuhan sektor ekspor yang tumbuh mengikuti pemulihan ekonomi global pasca krisis keuangan di tahun 2008 sampai dengan pertengahan 2009. Apabila ditilik dari Laba Bersih per 31 Juli 2011 dibandingkan dengan per 31 Oktober 2011, Indonesia Eximbank mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 40,65% dari posisi 31 Juli 2011  sebesar Rp263,01 miliar menjadi Rp.369,94 miliar.


 Obligasi ini ditawarkan 100% dari jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga tetap dan dibayar setiap triwulan. Kisaran Kupon Obligasi diberikan dengan tingkat bunga tetap masing-masing seri adalah sebagai berikut: Seri 3 (tiga) tahun antara 6,50% - 7,00%  yang berjangka waktu 3 tahun, Seri 5 (lima) tahun 7,00% - 7,75% berjangka waktu 5 tahun, dan Seri 7 (tujuh) tahun  7,70% - 8,70%  yang berjangka waktu 7 tahun.


 Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan Tahap I ini, akan dipergunakan oleh Indonesia Eximbank untuk pembiayaan aset produktif yaitu pembiayaan ekspor dengan komposisi Pembiayaan Langsung sebesar kurang lebih 90% dan Pembiayaan Tidak Langsung (Pembiayaan kepada lembaga Keuangan) sebesar kurang lebih 10%.


Setidaknya ada 6 (enam) pertimbangan investasi Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank Tahap I ini layak untuk dijadikan Portofolio Investasi bagi para investor: 1) Proses dan Operasi Kebijakan yang Kuat; 2) Peranan Kebijakan dan Dukungan Penuh Pemerintah; 3) Manajemen yang Kompeten dan Berpengalaman; 4) Performa dan Profil Keuangan yang Kuat; 5) Manajemen Risiko & Tata Kelola Perusahaan yang Kuat; dan 6) Akses yang Mudah ke Berbagai Sumber Pendanaan. Indonesia Eximbank memiliki komitmen yang kuat kepada investor obligasi dengan tidak pernah lalai terhadap kewajiban obligasinya.