Kode Etik

Kode etik merupakan dasar sikap tindakan etis yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran  Indonesia Eximbank dimana saja dalam menjalankan tugasnya di lingkungan Indonesia Eximbank maupun dalam pergaulannya dengan masyarakat sekitar. Penerapan kode etik Pegawai diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh jajaran Indonesia Eximbank dalam menjalankan aktivitas kerjanya maupun dalam menjalankan aktifitas sehari-hari mencerminkan prinsip-prinsip yang terkandung di dalam tujuan pendirian Indonesia Eximbank.

Pokok-pokok kode etik antara lain:

a.  Hubungan dengan nasabah, relasi dan/atau rekanan

Seluruh pegawai Indonesia Eximbank harus menghindari situasi pertentangan kepentingan pribadi masing-masing dengan kepentingan Lembaga.

1

Menjaga kerahasiaan data Indonesia Eximbank, nasabah dan relasi dalam arti seluas-luasnya. 

2

Menghindari pengambilan keputusan atas nama Indonesia Eximbank semata-mata dilakukan atas dasar persahabatan, ikatan kekeluargaan, penerimaan bingkisan dan lain-lain.

3

Tidak menyalahgunakan wewenang dan nama Indonesia Eximbank untuk kepentingan pribadi, antara lain untuk kepentingan politik dan/atau usaha-usaha pribadi lainnya.

4

Tidak memberikan sesuatu kepada pihak lain yang dapat menimbulkan prasangka negatif dan dapat mencemarkan nama baik Indonesia Eximbank.

 

Yang harus diperhatikan oleh Pegawai Indonesia Eximbank antara lain:

b.  Pemberian dan penerimaan bingkisan dari  Nasabah, Relasi dan/atau Rekanan (Gratifikasi)

Pegawai tidak dibenarkan meminta ataupun menerima; menerima persetujuan/ setuju untuk menerima; mengijinkan istri/suami/anak, baik langsung maupun tidak langsung menerima uang komisi, hadiah, jasa, hiburan, potongan harga/ fasilitas lainnya baik dari nasabah, relasi dan/atau rekanan

c.  Pengadaan Barang dan Jasa

Semua transaksi yang dilakukan dengan pihak lain (rekanan) dalam rangka pengadaan barang dan jasa harus memenuhi prinsip-prinsip :

     1.  Efisien ;

     2.  Efektif ;

     3.  Transparan ;

     4.  Terbuka ;

     5.  Bersaing ;

     6.  Adil/tidak diskriminatif ; dan

     7.  Akuntabel.

Disamping itu pihak-pihak yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa harus mematuhi etika dalam rangka pengadaan barang dan jasa yaitu :

1

Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan barang dan jasa.

2

Bekerja secara profesional dan mandiri dan mandiri serta menjaga kerahasiaan serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang/jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

3

Bekerja secara profesional dan mandiri dan mandiri serta menjaga kerahasiaan serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang/jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

4

Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang telah ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak.

5

Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan barang dan jasa.

6

Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan keuangan Indonesia Eximbank dalam proses pengadaan barang dan jasa.

7

Menghindari dan mencegah penyalah gunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Indonesia Eximbank.

8

Tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan, komisi, rabat dan berupa apa saja dari atau kepada siapapunh yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.